Semua tulisan dari Admin Desa

Admin desa

KKN UIN (pensilku) 2018, melaksanakan JUMSIH (Jum’at Bersih) bersama warga kp. Cibuluh Desa KIARASARI

 

(Kampung Cibuluh – Desa Kiarasari), Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melaksanakan program kegiatan Jumat bersih. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-Juli-2018. Setiap hari Jumat, peserta KKN bersama warga masyarakat Kampung Cibuluh bergotong royong dalam membersihkan lingkungan dari Rt 01 sampai menuju ke Rt 02 di Kampung Cibuluh. Program tersebut menjadi rutinitas atau agenda mingguan yaitu dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi hingga siang. Program ini bertujuan untuk menjaga kebersihan sekitar lingkungan Kampung Cibuluh. Serta penyadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Pengarahan KKN UIN sebelum melaksanakan kegiatan Jumsih

Ada banyak hal yang didapat dari kegiatan tersebut, salah satunya adalah dapat menjaga silaturahmi antara peserta KKN dan masyarakat disini, di sela istirahat kami dapat dengan mudah dan akrab bercerita, mendengarkan gagasan serta mimpi dan keinginan masyarakat cibuluh untuk maju, berdaya dan meningkatkan perekonomian serta membudayakan pendidikan mengingat tingkat pendidikan disana sangat rendah, rata-rata hanya lulusan SD.
Dari kegiatan dan diskusi kecil disela istirahat JUMSIH maka kami dapat menangkap apa yang menjadi keluh kesah serta mimpi seluruh masyarakat, intinya mereka ingin lebih maju dan berdaya baik dari sisi SDM maupun Ekonomi, namun semua itu perlu ditunjang dari tingkat pendidikan dan pengetahuan, maka kami sepakat untuk mengusulkan dan membuat RBM (rumah Belajar Masyarakat) di kp. Cibuluh, desa kiarasari. Harapannya adalah RBM tersebut dapat menjadi tempat belajar dan ajang silaturahmi antar warga serta sebagai tempat perkumpulan dan rapat untuk memusyawarahkan segala sesuatu tentang kemajuan dan mimpi-mimpi besar warga kp. Cibuluh.

SENI UKIR DI DESA KIARASARI

Bogor, 18 Agustus 2018
Salah satu budaya yang masih ada di desa kiarasari adalah seni ukir, membentuk dan mendekor perkakas, mulai dari arit, pisau dapur hingga golok dan alat pertanian lainnya. Hal ini msih dipertahankan oleh salah satu warga kp. Cirarak desa kiarasari kecamatan Sukajaya. Selain untuk mendapatkan penghasilan juga menyalurkan hobi dalam seni ukir.


Dari kegiatan ini bapak Jamat (50) mantan Ketua RT di kampung cirarak sering mendapat pesanan dri masyarakat desa kiarasari bahkan dari luar kota lantaran hasil nya yang banyak diminati oleh konsumen. Selain rapi, bagus, juga kuat karena menggunakan bahan kayu pilihan yang sudah dikeringkan terlebih dahulu, serta Konsumen juga dapat memesan bentuk sesuai keinginan, ada yang berbentuk kepala ular atau ayam jago dll.
Untuk harga, biasanya disesuaikan dengan bentuk, ukuran, bahan yang digunakan dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya, jika kebetulan tidak ada pesanan maka tetap produksi dan dipasarkan di desa kiarasari dengan keliling dari rumah ke rumah untuk pisau dapur dihargai Rp. 25000,- sampai Rp. 40.000,- per pisau. Sedangkan untuk golok dihargai mulai Rp. 100.000,- hingga 1500.000,- tergantung dari jenis, ukuran dan kegunaan golok itu sendiri, ada jenis golok untuk memotong bambu, kayu, daging, dan khusus untuk menebang pohon pisang.

Jenis perkakas hasil kreatifitas pak Jamat

Selain itu pa Jamat juga menerima pesanan gagang cangkul, arit, dan kored. Jika dilihat dari bentuk nya mungkin semua petani mampu dan bisa membuat hal serupa, namun bentuk yang seperti apa yang enak untuk digunakan dan dipakai dalam bekerja pak Jamat sangat mahir, bekerja dengan hati, serta feeling yang cukup baik hal ini tidak dimiliki oleh pengrajin lainnya sehingga wajar jika banyak pesanan dari konsumen.
“Menurut saya, ini bukan hanya sekedar seni, tetapi juga bagaimana membuat orang lain nyaman dalam menggunakan alat yang dia pakai saat bekerja, sama hal nya dengan kita memakai baju, bukan hanya model jahitan yang bagus, tetapi juga harus nyaman saat dipakai” begitu papar pa Jamat.

Jenis golok untuk menebang pohon pisang

Saat diwawancarai mengenai keahliannya didapat dari mana, ternyata hal itu terjadi secara alamiah tidak ada yang mengajari, berawal dari iseng membuat gagang cangkul untuk kebutuhan sendiri dan diminati tetangganya, sehingga dia pesan satu batang, setelah itu ada lagi pesanan gagang pisau, sehingga sejak saat ini berbagai pesanan diterima.

Bicara tentang profesi yang saat ini ditekuni, ternyata pak Jamat sudah menjalankan ini sejak tahun 2000, berarti saat ini pak Jamat sudah 18 tahun menekuni pekerjaan sekaligus menjalankan hobi dalam seni ukir, namun dari kegiatan ini dari sekian banyak anak/keturunannya tidak ada yang berminat untuk melakukan hal yang sama, pak Jamat akan sangat senang dan bahagia jika ada yang berkenan mempelajari serta mendalami pekerjaan seperti yang dia tekuni sekarang karena tidak menutup kemungkinan kedepannya bukan hanya dinilai dari fungsi tetapi orang lebih tertarik pada seni nya.

SOSIALISASI SUSTAINABLE CONSUMPTION AND PRODUCTION di desa kiarasari

(Bogor, 10 Agustus 2018) Mahasiswa Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) telah mengadakan Sosialiasi Program dari United Nations Development Programme (UNDP) yaitu Sustainable Development, dimana dalam program dari UNDP ini memiliki 17 goals dan salah satunya adalah Sustainable Consumption and Production atau dalam bahasa Indonesianya Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat Kampung Gunung Leutik, Desa Kiarasari untuk mengurangi penggunaan plastik.

Sosialisasi Pola Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan ini dilakukan pada hari Jum’at, 10 Agustus 2018 pukul 08.30 WIB, di salah satu Majelis Taklim Gunung Leutik. Segmentasi program ini adalah Ibu-Ibu Majelis Taklim Gunung Leutik, Desa Kiarasari. Adapun penjelasan program sosialisasi ini dilakukan oleh Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) Program Studi Administrasi Publik yaitu Hani Sundari dan Muhammad Hendra Wibisono.
Dalam penjelasan sosialisasi mengenai Pola Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan salah satu mahasiswa yang menjadi pembicara menjelaskan bahwa, Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan bertujuan untuk “Melakukan lebih banyak dan lebih baik dengan lebih sedikit” yang artinya, meningkatkan perolehan kesejahteraan bersih dari kegiatan ekonomi dengan mengurangi penggunaan sumber daya, degredasi dan polusi sepanjang siklus hidup keseluruhan, sementara meningkatkan kualitas hidup.

Alasan mahasiswa UTA’45 Jakarta mengambil tema sosialisasi tersebut karena mereka melihat bahwa masalah krusial yang terjadi pada daerah Bogor khususnya di Desa Kiarasari, Kampung Gunung Leutik adalah masalah sampah plastik, dan juga penggunaan konsumsi plastik sangat tinggi di daerah Kampung Gunung Leutik. Mengutip data dari kompas.com bahwa Bogor menyumbang sampah plastik sekitar 7 ton setiap tahunnya, jika kita diamkan secara terus menerus, sampah tersebut akan tertimbun dan bisa saja menjadi masalah yang berkelanjutan. Dengan masalah tersebut para mahasiswa UTA’45 Jakarta melakukan pemberdayaan dengan melakukan pembuatan tas melalui baju layak pakai, diharapkan dengan melalui pemberdayaan ini para ibu-ibu Majelis Taklim Gunung Leutik dapat mengurangi penggunaan plastik
Pada sosialiasasi kegiatan yang dilakukan oleh 2 mahasiswa UTA’45 Jakarta Program Studi Administrasi Publik, memberikan saran kepada Ibu-ibu Majelis Taklim “Jika bingung mengelola sampah, usahakan untuk mengurangi konsumsi dan bijak dalam produksi sehingga limbah/sampah yang dihasilkan akan berkurang bahkan tidak ada”.

“Saya sangat berterima kasih sekali dengan adanya sosialisasi ini dapat menyadarkan para ibu-ibu Majelis Taklim untuk mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan tas yang telah dibuat dari baju layak pakai”, tutur Ibu Iroh sebagai Ketua Majelis Taklim Gunung Leutik.

KAMPUS MERAH PUTIH BERBAGI PAHAM JURNALISTIK DI DESA KIARASARI

(Bogor, 08 Agustus 2018) Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (ABDIMAS) bekerja sama dengan Tim KKN kelompok 5 UTA’45 Jakarta. Pada 08 Agustus 2018 lalu, Program Studi Ilmu Komunikasi beserta Tim KKN kelompok 5 UTA’45 Jakarta menemui masyarakat di Balai Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Dewi Maria Herawati, M.Ikom :Narasumber pelatihan jurnalistik tingkat dasar

Dalam kegiatan ABDIMAS bertema “Penyuluhan dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJ-TD)”, dosen dan mahasiswa dari Kampus Merah Putih berbagi paham jurnalistik. Kegiatan dihadiri sekitar 35 orang pemuda dari berbagai RW di Desa Kiarasari yang berusia muda.

Kepala Desa Kiarasari, Nurodin S.H mengemukakan pentingnya pengetahuan tentang dunia jurnalistik. Hal itu semakin penting di tengah maraknya penggunaan media sosial.
“Pelatihan jurnalistik tersebut sangat diperlukan, khususnya bagi para pemuda di Desa Kiarasari untuk memberikan pengetahuan mengenai tata cara menulis yang sesuai dengan kaidah jurnalistik. Ataupun dalam menyebarkan suatu tulisan dan informasi di media sosial tentang keunikan Desa Kiarasari,” kata Nurodin, S.H (kades kiarasari)

Narasumber dalam Penyuluhan dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJ-TD), Dewi Maria Herawati, M.Ikom, berharap kegiatan pelatihan jurnalistik ini terus berlanjut secara rutin setiap minggunya.
“Mudah-mudahan pelatihan Jurnalistik ini terus berlanjut, tidak hanya sekarang tetapi dibuat secara rutin. Jadi, dibuat semacam pembinaan bagi para pemuda dibantu oleh mahasiswa komunikasi yang sedang melangsungkan KKN di Kiarasari,” kata Dewi.


Desa Kiarasari merupakan desa wisata yang memiliki beragam kesenian dan jarang dimiliki oleh desa lain. Serta Desa ini tepilih menjadi desa peduli lingkungan yang masuk dalam kategori Kampung Ramah Lingkungan tingkat Kabupaten Bogor.

MELALUI FILM PENDIDIKAN, mahasiswa KKN UTA’45 Jakarta memotivasi pelajar di Desa KIARASARI

(Bogor, 08 Agustus 2018) “Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh pada bintang-bintang” Begitulah kata Insinyur Soekarno.

Foto bersama, siswa MI dengan peserta KKN UTA’45 jakarta

Melalui film pendek pendidikan, anak dapat lebih antusias untuk melihat dan menonton, hal tersebut dapat dengan mudah untuk memotivasi anak, tanpa harus menasehatinya dengan ucapan.

Pemutaran film pendek adalah salah satu cara yang dilakukan Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) yang saat ini menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Mahasiswa Universitas 17 Agustus Jakarta dari Kelompok 5 yang dibimbing oleh Rio Johan Putra SE., SH., M.Si., Ak., CA selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menayangkan film pendek bertema pendidikan, yang berjudul “Mimpi Setinggi Mata Kaki” berdurasi 11 menit 38 detik, penayangan film pendek tersebut diputar di MI Nurul Huda.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua jam mulai dari pukul 13.00 sampai 15.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Dosen Fakultas Fisip Jurusan Hubungan Internasional yaitu Ardli Johan Kusuma M.H.I, selaku pembicara.
Program Edukasi Film yang berjudul “Mimpi Setinggi Mata Kaki” dirancang oleh Kelompok 5 mendapat sambutan dan antusias dari siswa dan siswi MI Nurul Huda.

“Program yang dibuat oleh mahasiswa kelompok 5 sangatlah efektif untuk memberikan motivasi kepada anak-anak MI Nurul Huda. Program edukasi film ini dapat dengan mudah meningkatkan minat anak untuk terus semangat belajar agar dapat mewujudkan cita-cita yang mereka inginkan. Untuk kelompok 5 semangat terus untuk mengabdi kepada masyarakat”, kata Ardli Johan Kusuma.

KKN kelompok 5 yang diketuai oleh Puji Utomo dari Fakultas Farmasi berharap Program Edukasi Film dengan tema Pendidikan, menjadi program terbaik di KKN tahun 2018.

PELATIHAN KETERAMPILAN PRODUK DAN PROSES PEMBENTUKAN BANK SAMPAH

 

Foto bersama ibu-ibu kp. Gunung leutik pasca Pelatihan pengelolaan sampah bersama KKN UTA’45 jakarta

(Bogor, 07 Agustus 2018) Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bank Sampah. Kegiatan tersebut berlangsung selama sehari, bertempat di Majelis Taklim, Kampung Gunung Leutik, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya pada hari Selasa, 07 Agustus 2018 mulai dari pukul 13:00 sampai 15:30 WIB. Sosialisasi ini merupakan program kerja kelompok 5 yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sosialisasi ini bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Usaha Rumah Tangga melalui Ekonomi Kreatif dan Inovatif” yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan UTA’45 Jakarta, Rio Johan Putra, SE., SH., M.Si., Ak., CA. Tujuannya adalah untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah bisa dijadikan sesuatu yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan dapat membuat kampung menjadi lebih bersih dan ramah lingkungan.

Segmentasi dari program kerja ini yaitu Ibu-Ibu Majelis Taklim Kampung Gunung Leutik, Desa Kiarasari. Program ini dibuat setelah survei tim KKN kelompok 5 menemukan minimnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yang membuang sampah ke sungai. Tidak sedikit masyarakat kurang menyadari bahwa sampah tersebut dapat diolah dan dapat menghasilkan pendapatan ekonomi rumah tangga.
Maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah:
Memberikan wawasan dan pelatihan keterampilan kepada masyarakat berupa produk daur ulang sampah.
Pengenalan Bank Sampah kepada masyarakat sekitar.
Pentingnya pemilihan dan pengolahan sampah.

Sosialisasi ini sudah disetujui Bapak Oleh selaku ketua RW 06 Kampung Gunung Leutik. Sosialisasi dilakukan di Majelis Taklim yang dibuka langsung oleh para dosen UTA’45 Jakarta yaitu Bapak Diansyah, SE, M.Si dan Bapak Kustiadi Basuki, SE, MM untuk memotivasi masyarakat dalam pembentukan Bank Sampah dan manfaat sampah sebagai produk daur ulang. Dengan adanya pembentukan Bank Sampah individu atau kelompok akan mengurangi sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan sosialisasi Bank Sampah ini dihadiri kurang lebih 50 orang, sekaligus pelatihan daur ulang sampah dipandu oleh Ibu Dra. Ermyati, AM, MM.
“Sosialisasi ini sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan dan membuat masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah sampah tersebut menjadi sesuatu yang dapat meningkatkan nilai guna akan peningkatan ekonomi masyarakat”, kata Bapak Oleh.

Senada dengan itu, Ridwan jainal (30) selaku pendamping desa tingkat kecamatan tepatnya Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) kecamatan Sukajaya mengatakan, beliau sangat senang dan memberikan apresiasi yang luar biasa karena dengan adanya kgiatan ini, diharapkan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, serta mampu mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Bersama warga Kiarasari, KKN UTA’45 HIDUPKAN TOGA, KURANGI OBAT KIMIA

 

KKN UTA’45 bersama Warga Kirasari.

(Bogor, 03 Agustus 2018) Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) telah melaksanakan program kesehatan berikutnya yaitu Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga pada hari Jumat, 03 Agustus 2018 di RW 06 Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Tanaman obat keluarga atau biasanya disingkat dengan TOGA merupakan tanaman tradisional rumahan yang ditanam di lingkungan rumah yang bermanfaat sebagai pengobatan. Pada dasarnya di lingkungan Desa Kiarasari sudah banyak menanam tanaman obat, tetapi warga desa sendiri masih belum mengetahui manfaat dan bagaimana cara penggunaan dari tanaman obat itu sendiri.

Mahasiswa UTA’45 Jakarta yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kiarasari berusaha memberikan informasi kepada warga setempat mengenai manfaat dan cara penggunaan tanaman obat yang ada di lingkungan Desa Kiarasari. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan beberapa tanaman obat yang ada di sekitar lingkungan warga Desa Kiarasari dan memberikan buku yang disertai keterangan gambar, nama latin, nama daerah, manfaat dan cara penggunaan pada tanaman tersebut.

Program Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga dengan penanggung jawab Fitria dan Ulia yang bertujuan memberikan informasi mengenai manfaat dan bagaimana cara penggunaan tanaman obat tersebut. Program ini dilakukan di dua tempat, yang pertama di Majelis Taklim dengan memberikan informasi mengenai tanaman obat dan yang kedua di salah satu rumah warga yaitu Ibu Een untuk penempatan tanaman obat yang sudah kami kumpulkan dari lingkungan warga desa.
“Saya berterimakasih kepada para Mahasiswa UTA’45 yang sudah memberikan informasi yang disertai dengan buku yang berisi tanaman obat keluarga kepada para warga Desa Kiarasari”, Ujar Ketua Majelis Ta’lim, Ibu Iroh.

Kuliah Kerja Nyata 2018 Kelompok 5 di Desa Kiarasari dibimbing oleh Bapak Rio Johan Putra, SE., SH., M.Si., Ak., CA selaku dosen Program Studi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi. KKN berlangsung mulai pada tanggal 25 Juli hingga 30 Agustus 2018.

KKN UTA’45 Jakarta, Berikan Penyuluhan Pola Hidup Bersih & Sehat di Desa KIARASARI

(Bogor, 31 Juli 2018) Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) telah melaksanakan salah satu program kesehatan yaitu PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada hari Selasa, 31 Juli 2018 di RW 06 Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Penyuluhan pola hidup sehat dan bersih KKN UTA’45

Segmentasi dari program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yaitu siswa/i PAUD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Kampung Gunung Leutik, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya. Program ini dibuat setelah survei tim KKN menemukan minimnya kesadaran siswa/i dalam menjaga kesehatan tangan dan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai tata cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar. Tidak sedikit siswa/i yang belum menyadari efek buruk dari kurangnya menjaga kesehatan sejak dini. Tujuannya adalah menyadarkan anak usia dini untuk menjaga kesehatan tangan dan mulut dimulai sedini mungkin.

Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) ini sudah disetujui oleh Pak Adi selaku Penanggung Jawab MI Nurul Huda. PHBS dilakukan di MI Nurul Huda dan Majelis Taklim di waktu yang bersamaan dengan target yang berbeda.
“Program PHBS ini sangat membantu untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan tangan dan mulut yang dimulai sejak dini. Terutama bagi siswa/i yang berada di Kampung Gunung Leutik ini”, kata Adi.

Ridwan jainal (30) selaku pendamping desa mengatakan bahwa, sangat mendukung dan bersyukur dengan adanya program ini. menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat memang harus dilakukan sejak dini, agar terbiasa, disiplin, dan bersih, disamping itu tentu banyak manfaat yang dapat dirasakan.

Kuliah Kerja Nyata 2018 Kelompok 5 di Desa Kiarasari dibimbing oleh Bapak Rio Johan Putra, SE., SH., M.Si., Ak., CA selaku dosen Program Studi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi. KKN berlangsung mulai pada tanggal 25 Juli hingga 30 Agustus 2018.

Kampung Cibuluh menuju wisata yang peduli terhadap lingkungan

” Kalau bukan kita mau siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. jika kampung ini bersih, indah dan nyaman maka kita sendiri yang akan menikmatinya. ” Ujar Anung  lelaki setengah baya warga Kampung Cibuluh.  Anung bersama Uteng, Ketua RT 02 Sarki, beserta beberapa orang warga  didampingi Ketua RW 02 Sarta sedang sibuk membuat sumur resapan (Biopori) pada senin 16 Juli 2018 kemarin.

Sejak 2015 lalu Kampung Cibuluh dicanangkan oleh Pemerintah Desa Kiarasari sebagai salah satu kampung untuk tujuan wisata. Menurut Kepala Desa Kiarasari  Nurodin alias Jaro Peloy (JP)  Cibuluh adalah kampung yang memiliki potensi yang cukup menarik dari semua sisi baik budaya maupun sumber daya alam.  Dari catatan Pemerintah Desa terdapat 12 mata air besar di Kampung Cibuluh. Mata air ini dimanfaatkan bukan hanya untuk pertanian saja tapi untuk konsumsi air bersih di 4 RW.  Dari sisi budaya Cibuluh adalah bagian dari masyarakat adat Kasepuhan Urug dan Cipatat.

Pemerintah desa bersama masyarakat terus melakukan penataan dibidang infrastruktur. Hal ini untuk memastikan lingkungan yang nyaman,bersih serta indah. Masalah utama yang sulit untuk ditangani adalah kesadaran dibidang kebersihan lingkungan khususnya penaggulangan sampah. inisiatif untuk penanggulangan sampah mulai muncul dengan akan dijalankanya BANK SAMPAH untuk mengatasi sampah sampah plastik atau UNORGANIK. Sampah ORGANIK akan dilolah menjadi komposter untuk meminimalisir penggunaan pupuk kima. Langkah untuk mengelola sampah sudah mulai ada kesadaran warga membuat sumur resapan (BIOPORI). Menurut  Uteng salah satu tokoh pemuda yang cukup aktif  mendorong perubahan kampung.  “Butuh kekompakan agar kampung bisa maju, harus jadi gerakan bersama agar lingkungan kampung ini bersih, nyaman dan teratur “.

Gerakan untuk menata kampung tidak hanya dilakukan oleh kalangan laki-laki, kaum perempuan melalui majlis taklim dilakukan sosialisasi akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Menurut Siti Aisah pengurus PKK  Kiarasari   pada hari jumat ibu ibu giat melakukan kerja bakti bersih bersih lingkugan.

Gagasan lain yang muncul dari warga adalah penyelamatan sumber-sumber air diharapkan air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. gagasan -gagasan ini akan dirumuskan pada tanggal 18 Juli 2018 besok. Pemerintah Desa akan menggelar kelompok diskusi terfokus (FGD) menyusun rencana aksi secara partisipatif. FGD ini mengundang pihak lain dinataranya  PT ANTAM, Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor

 

Ketua RT bersama Uteng salah satu warga Kampung Cibuluh sedang membuat lobang Biopori

 

 

Pembangunan jalan lingkungan Kp. Cilongok Desa Kiarasari

Kades kiarasari didampingi babinsa, ikut serta dalam pembangunan jaling

28 Mei, 2018
Pemerintah desa kiarasari melaksanakan pembangunan pada titik pertama untuk penyerapan Dana Desa Tahun Anggaran 2018, berupa jalan lingkungan lingkungan (jaling) di kampung Cilongok rw. 06 desa kiarasari kecamatan Sukajaya sepanjang 800 m, dengan lebar 1 m, dan ketebalan 10 cm.

Ketua TPK sedang melakukan opname volume jaling

Pelaksanaan tersebut melibatkan banyak pihak dari warga masyarakat karena menggunakan sistem Padat Karya Tunai, selain kepala desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), pembina-BabinKamtibmas, Pendamping Lokal Desa (PLD) beserta Pendamping Pemberdayaan (PDP) kecamatan Sukajaya juga turut hadir dan ikut berpartisipasi bahu membahu dalam pembangunan tersebut.

Pendamping Pemberdayaan (PDP) kecamatan Sukajaya ikut berpatisipasi

Walaupun dalam suasana Ramadhan, namun tak menyurutkan semangat warga, mereka tetap semangat dalam melaksanakan pembangunan jalan lingkungan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya kalangan ibu-ibu dan dan remaja bahu membahu berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan jalan lingkungan mereka.

Partisipasi ibu-ibu dalam pembangunan jaling

Salah satu anggota BPD kp. Cilongok, Endang (43) mengatakan “selain kewajiban berpartisipasi, masyarakat juga memang sengaja diminta untuk melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan, agar semua tau dan faham bagaimana mekanismenya”

Senada dengan itu, Pendamping Lokal Desa (PLD) Agus Iwan mengatakan “dengan semakin banyaknya warga yang terlibat maka semakin baik pula pengawasan, dan dapat menjawab asas partisipatif serta trasparansif”

Kondisi nol% (persiapan pembangunan) 

By : AdminDesa

www.kiarasari.desa.id