Sabtu, 19 Mei 2018..
Desa kiarasari bekerjasama dengan Disdukcapil kab.bogor, membuka pelayanan di kantor desa untuk warga yang blm memiliki akte kelahiran baik bagi anak atau pun dewasa. Kegiatan ini sebagai bentuk komitment kepala desa kiarasari (Nurodin, S.H) untk memberikan pelayanan prima serta untuk kemudahan warganya, sehingga beliau melakukan komunikasi dan membangun sinergitas antara pihak terkait, dalam hal ini tentu mereka yang memiliki kewenangan adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kab.bogor.

Akibat dari kegiatan ini, sontak semua warga yang mengetahui program tersebut berduyun-duyun datang ke kantor desa, untk membuat akte lahir baik bagi mereka yang memiliki balita atau pun anak dewasa yang belum mempunyai akte lahir.

Mekanisme dalam pembuatan akte tersebut adalah :
1.Ktp/Kk orang tua
2. Surat nikah (dilegalisir)
3. Ket. Kelahiran (bidan/paraji)
4. Materai
5. Fc. KTP saksi

Syarat-syarat diatas tentu tidak menyulitkan, karena itu merupakan data dasar, kepala desa kiarasari mengatakan “dalam melayani masyarakat semua harus prima, mudah, transparan, tetapi juga harus akuntabel, harapannya semua warga dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik”

Dengan dibukanya loket pembuatan akte di kantor desa, terbukti lebih dari 100 berkas terkumpul. Hal ini menunjukan bahwa sebetulnya bukan warga yang tidak tertib/tdk disiplin, tapi terkadang prosesnya yang mereka anggap terlalu berat jika harus pergi langsung ke kabupaten. Maka dari itu pemerintah desa kiarasari berusaha mengakomodir dan memberikan pelayanan untuk memudahkan warganya.

Menurut kaur pelayanan, sub. Kependudukan desa kiarasari, Nunung Nuriah (40) mengatakan,
selain membuka loket dikantor desa, mereka juga bekerjasama dengan staff TU dan operator sekolah untuk mendata dan melakukan pemberkasan bagi anak yang belum memiliki akte. Baik SD, MI, MTs dan Madrasah Aliyah, sehingga pelayanan dapat lebih cepat, mudah, serta akuntable”

Semua pendaftar hari ini merasa senang karena proses nya sangat detail. Mulai dari ambil nomor antrean, mengisi formulir, pemberkasan, verifikasi persyaratan semua dibantu oleh tim dibawah komando Kaur Pelayanan, Sub.Kependudukan, tentu semua warga sangat terbantu serta antusias dengan adanya loket pembuatan akte dikantor desa, karena dianggap lebih mudah dan dekat jika dibandingkan mereka harus pergi ke kantor Disdukcapil kab.bogor. bahkan ibu uti (28) warga RW. O5 salah satu peserta pemohon akte lahir, mengatakan¬† “saya sangat terbantu dengan adanya program ini, kemudahan yang diberikan oleh kepala desa sangat luar biasa….terimakasihpak jepe.. “

(begitu sapaan akrab warganya) JP yang berarti Jaro Peloy.