” Kalau bukan kita mau siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. jika kampung ini bersih, indah dan nyaman maka kita sendiri yang akan menikmatinya. ” Ujar Anung  lelaki setengah baya warga Kampung Cibuluh.  Anung bersama Uteng, Ketua RT 02 Sarki, beserta beberapa orang warga  didampingi Ketua RW 02 Sarta sedang sibuk membuat sumur resapan (Biopori) pada senin 16 Juli 2018 kemarin.

Sejak 2015 lalu Kampung Cibuluh dicanangkan oleh Pemerintah Desa Kiarasari sebagai salah satu kampung untuk tujuan wisata. Menurut Kepala Desa Kiarasari  Nurodin alias Jaro Peloy (JP)  Cibuluh adalah kampung yang memiliki potensi yang cukup menarik dari semua sisi baik budaya maupun sumber daya alam.  Dari catatan Pemerintah Desa terdapat 12 mata air besar di Kampung Cibuluh. Mata air ini dimanfaatkan bukan hanya untuk pertanian saja tapi untuk konsumsi air bersih di 4 RW.  Dari sisi budaya Cibuluh adalah bagian dari masyarakat adat Kasepuhan Urug dan Cipatat.

Pemerintah desa bersama masyarakat terus melakukan penataan dibidang infrastruktur. Hal ini untuk memastikan lingkungan yang nyaman,bersih serta indah. Masalah utama yang sulit untuk ditangani adalah kesadaran dibidang kebersihan lingkungan khususnya penaggulangan sampah. inisiatif untuk penanggulangan sampah mulai muncul dengan akan dijalankanya BANK SAMPAH untuk mengatasi sampah sampah plastik atau UNORGANIK. Sampah ORGANIK akan dilolah menjadi komposter untuk meminimalisir penggunaan pupuk kima. Langkah untuk mengelola sampah sudah mulai ada kesadaran warga membuat sumur resapan (BIOPORI). Menurut  Uteng salah satu tokoh pemuda yang cukup aktif  mendorong perubahan kampung.  “Butuh kekompakan agar kampung bisa maju, harus jadi gerakan bersama agar lingkungan kampung ini bersih, nyaman dan teratur “.

Gerakan untuk menata kampung tidak hanya dilakukan oleh kalangan laki-laki, kaum perempuan melalui majlis taklim dilakukan sosialisasi akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Menurut Siti Aisah pengurus PKK  Kiarasari   pada hari jumat ibu ibu giat melakukan kerja bakti bersih bersih lingkugan.

Gagasan lain yang muncul dari warga adalah penyelamatan sumber-sumber air diharapkan air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. gagasan -gagasan ini akan dirumuskan pada tanggal 18 Juli 2018 besok. Pemerintah Desa akan menggelar kelompok diskusi terfokus (FGD) menyusun rencana aksi secara partisipatif. FGD ini mengundang pihak lain dinataranya  PT ANTAM, Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor

 

Ketua RT bersama Uteng salah satu warga Kampung Cibuluh sedang membuat lobang Biopori