Tim medis

Kades Kiarasari Nurodin nampak serius mendampingi tim medis dalam penyelenggaraan khitanan massal

20 Mei 2017 bertepatan dengan hari kebangkitan nasional, Pemerintah Desa Kiarasari bekerjasama dengan alumnus SMA Negeri Leuwiliang angkatan 2001 menggelar acara bhakti sosial berupa khitanan massal  bagi 24 orang anak sewilayah Desa Kiarasari.  Acara bhakti sosial dilakukan Alumnus SMAN Leuwiliang angkatan 2001 dilakukan setiap tahun, tahun 2017 rencana akan dikhitan sebanyak 50 orang yang dilakukan di dua lokasi. Teguh Ketua penyelenggara kegiatan mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah dilakukan sehingga acara dapat berjalan sesuai harapan.

Warga menyambut antusias kegiatan khitanan massal dan penyerahan bantuan Beras dari Pemkab Bogor

Sedangkan Kepala Desa Kiarasari Nurodin alias JP merasa senang atas inisiatif dari alumnus yang cukup peduli terhadap masyarakatnya, JP berharap kedepan kerjasama ini dapat diteruskan. Kegiatan bhakti sosial sangat membantu warga, disamping itu kegiatan bhakti sosial ini menumbuhkan kepekaan dan kesadaran sosial untuk saling berbagi, ditambahkan oleh JP bahwa pembangunan harus diawali dari bangkitnya rasa kepedulian dan kerjasama. Sehingga satu pihak dengan pihak yang lain dapat saling menguatkan. Kegiatan khitanan massal ini bersumber dari bantuan pihak ketiga yaitu Alumnus SMAN Leuwiliang angkatan 2001 dan Pemerintah Desa Kiarasari.

Penyerahan bantuan

Kepala Desa Kiarasari Nurodin alias JP menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat yaitu keluarga kurang sejahtera

Makna kebangkitan nasional adalah bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari kemalasan. selain kegiatan khitanan massal,  acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan untuk masyarakat yang kurang sejahtera. Tahun 2017 ini warga Desa Kiarasari mengalami gagal panen akibat serangan hama. Dinas Pertanian Ketahanan pangan dan Perkebunan Kabupaten Bogor menyerahkan bantuan beras sebanyak 2 ton beras. Bantuan ini untuk meminimalisir rawan pangan, setidaknya bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat. jumlah penerima manfaat tersebar di 8 RW atau 14 kampung sebanyak 560 KK

Bencana kegagalan panen ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak yaitu masyarakat, pemerintah desa dan dinas terkait  agar mampu melakukan antisipasi yang lebih baik. Semoga semangat kebangkitan nasional menjadi motivasi warga dan Pemerintah Desa Kiarasari untuk terus bahu membahu menuju KIARASARI MANISS