Kalong 1 Senin 27 November 2017,  derasnya hujan dan lapangan yang becek tak jadi halangan bagi anak anak  Kiarasari untuk berjuang  membawa nama baik  desa pada ajang  Liga Desa Nusantara (LDN) 2017  tingkat Kabupaten Bogor.  Semangat juang yang tinggi dan kekompakan tim Kiarasari FC dapat menahan imbang  tuan rumah dengan skor kaca mata (0-0).  Pada laga kedua yang dilaksanakan hari ini  Kiarasari FC menang telak atas wakil Cibungbulang yaitu Desa Situilir dengan skor 6-0.  Desa Parungpanjang (Kecamatan Parungpanjang), Desa Situ Ilir (Kecamatan Cibungbulang), Desa Kalong I (Kecamatan Leuwisadeng) dan Desa Kiarasari (Kecamatan Sukajaya) berada di group C. Masing masing kesebelasan di group C sudah menyelesaikan 2 kali pertandingan. Dari dua kali pertandingan Kiarasari 1 kali draw dan 1 kali menang mengantongi nilai 4,  Disusul Parungpanjang  1 kali menang dan 1 kali draw  nilai 4. Kalong 1  2 kali draw dengan nilai 2 dan Situ Ilir 2 kali main dua kali kalah.

Kepala Desa Kiarasari Nurodin, SH yang akrab di panggil Jaro Peloy (JP)  mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain dan jajaran pengurus yang telah bekerja maksimal. ‘ Saya bangga anak-anak  menampilkan permainan terbaik.  Dengan melihat tampilan anak-anak Kiarasari saya semakin yakin bahwa kedepan Kiarasari  harus lebih baik lagi. Menyoal soal dukungan program beliau berkeinginan Kiarasari memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pengembangan olahraga. Beliau menambahkan sepak bola  tidak hanya urusan prestasi dan pengembangan mental. Sepak bola adalah potensi untuk  tumbuhnya ekonomi lokal, pedagang, hingga  parkir kendaran.   contohnya  digelarnya  LDN adalah sumber untuk tumbuhnya usaha usaha kecil disekitar lapangan dengan demikian maka pertumbuhan ekonomi akan terjadi.

Kiarasari FC  menjadi wakil dari Kecamatan Sukajaya.  Menurut Ketua Karang Taruna Desa Kiarasari Herman ST selaku  manajer tim.  Beliau menyambut  gembira  digelarmya  Ivent  LDN, ivent ini menjadi barometer bagi para pencinta sepak bola terutama di desa-desa untuk terus melakukan pembinaan secara serius.   Target Kiarasari FC pada laga ini bukan menjadi juara, Kiarasari FC bertekad untuk mebjadi yang terbaik sekaligus memberikan ruang dan jam terbang bagi para pemain yunior.  Rata-rata usia pemain Kiarasari FC berkisar antara 17 – 19 taun. Saya optimis anak anak meskipun diambil dari tiap club di kampung dapat mempersembahkan yang terbaik.  Demikian ujar Herman.   LDN ini terbagi dalam 4 group, pertandingan diselenggarakan di Desa Sadeng Kolot dan Desa Kalong 1.  Dipertandingan terakhir pada hari rabu 29 November mendatang Kiarasari akan berhadapan dengan Parungpanjang.  Kiarasari hanya membutuhkan hasil seri untuk maju pada babak 8 Besar.