Minggu 15 oktober 2017,  Pemerintah  Desa Kiarasari  menggelar  acara Tabligh Akbar dan Santunan Yatim. Kegiatan santunan ini  diikuti  oleh  seliruh anak yatim sewilayah Desa Kiarasari  sebanyak 171  orang. Kegiatan dipusatkan di kantor desa.  Sedangkan kegiatan  Tabligh akbar adalah rangkaian dari  pembukaan pengajian MUI yang dilakukan kontinyu setiap bulan.

Sambutan Kades Kiarasari  Nurodin alias Jaro Peloy  yang  lebih akrab dipanggil JP   mengajak masyarakat untuk sama sama mewujudkan visi MANISS yang  didalamnya  terdapat  cita cita mewujudkan masyarakat  yang  Agamis.  Membangun  mental dan kesadaran  tentunya  parameter atau indikator keberhasilan   sangat berbeda dengan pembangunan fisik yang nyata mudah terlihat dan dirasakan.  Untuk mencapai masyarakat  yang agamis adalah pekerjaan rumah yang harus  dilakukan bersama sama oleh seluruh masyarakat yang mayoritas beragama Islam. yaitu menegakan amar maruf nahyi munkar..

Disamping membuka secara resmi kades menyerahkan secara simbolis biaya pengajin bulanan keliling yang masuk dalam alokasi anggaran desa  kepada ketua MUI untuk digunakan dalam pengajian pengajian berikutnya. Alokasi anggaran pengajian bulanan MUI sebesar Rp. 30 juta yang perinciannya digunakan  untuk pengajian ditingkat RW Rp. 3 juta x 8 RW  dan digunakan untuk pengajian pembukaan/tabligh akbar di tingkat desa sebesar 6juta.

Tentu uang 3 juta per RW tidak akan mencukupi untuk pengajian rutin bulan tingkat  RW namun ini adalah upaya membuka ruang unat untuk sama berpartisifasi dan menyantuni yatim di setiap wilayah RW. Diakhir acara dilakukan penyerahan bibit kayu kayuan untuk kelestarian hutan rakyat Kiarasari. Tabligh Akbar dan Santunan yatim pada pekan Muharam 1439 H.. Sekaligus pmbukaan pengajian bulanan MUI Tingkat Desa dengan nama pengajian “Darul Marhamah” Tempat menebar kasih sayang.  Hadir diacara dan turut memberikan Sambutan KH oyo sutiryo (Ketua MUI kecamatan Sukajaya) mengapresiasi dan mengajak untuk sama sama mencari Mardotillah/keridhoan Alloh.  Pengajian Darul Marhamah artinya tempat penebar kasih sayang atau tempat mempererat tali silaturahim. Dengan harapan  pengajian Darul marhamah Desa kiarasari menjadi tempat penebar kasih sayang dan mempererat silaturahmi bukan tempat/sumber penebar kebencian dan permusuhan.