Kembali, pemerintah Desa Kiarasari menyelenggarakan khitanan massal pada akhir bulan april 2018 kemarin, kegiatan rutin ini selalu dilakukan setiap tahun dalam rangka mengurang beban masyarakat. Serta salah satu upaya untuk meningkatkan jiwa sosial dimasyarakat luas. Pada pelaksanaannya Khitanan massal ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, terbukti dengan selalu adanya peserta dari masing-masing lingkungan bahkan dari desa tetangga menjadi bagian dari peserta khitanan massal tersebut. Target peserta pada tahun 2018 yaitu sebanyak 25 anak, namun pada perjalanaannya setelah disosialisasikan terdapat 32 anak yang siap menjadi peserta khitan. Dan ini tidak selalu dikhususkan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah akan tetapi untuk semua masyarakat Desa Kiarasari secara menyeluruh, karena kgiatan dimaksud adalah bertujuan untuk memberikan kemudahan sertas merupakan ajang silaturahmi antar warga.

Acara khitanan massal selalu digelar dikantor Desa kiarasari kebetualan untuk tahun 2017-2018 bekerja sama dengan Dokter/Tim Medis dari ikatan Alumni SMAN leuwiliang tahun 2011. Disamping melaksanakan acara khitanan massal pemerintah desa kiarasari memberikan santunan/sembako kepada warga miskin serta Janda tua untuk membantu meringankan beban mereka.

“Saya sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya kegiatan ini, karena semuanya gratis, coba kalau saya harus mengeluarkan uang untuk panggil bengkong atau pergi ke dokter, minimal 1 juta habis” ungkap Bpk. Mudi wali dari salah satu peserta khitanan Massal  kampung Cirewed Rw.01 Desa Kiasari.

Dihari yang sama sebelum acara khitanan massal dilaksanakan sambil menunggu peserta yang lainnya, diisi dengan tausiyah/ceramah agama oleh Ust. Embih muballigh kecamatan nanggung.

Harapan kami kedepan tidak hanya mengadakan acara khitanan massal akan tetapi dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial lainnya seperti pengobatan massal dll.