HHBK

Hasil Hutan Bukan Kayu merupakan tanaman sela di bawah tegakan hutan Rakyat

2016 lalu Kiarasari menjadi juara ke 3 lomba Wanalestari tingkat propinsi Jawa Barat kategori Kepala Desa Peduli Kehutanan.  Tahun 2017 kembali Kiarasari mewakili Kabupaten Bogor pada ajang lomba Wanalestari Tingkat Propinsi Jawa Barat. Ajang lomba Wanalestari adalah sebuah event  bagi mereka yang fokus bekerja  serta punya perhatian terhadap kelestarian  lingkungan hidup dan kehutanan.  Dari sisi proses kegiatan ajang lomba wanalestari diawali dari pengisian propfil desa berbasis kegiatan kehutanan masyarakat, kemudian desa-desa yang terpilih diminta untuk melakukan expose program dan kegiatan. Expose tersebut berupa paparan, film dokumenter dan data-data pendukung. Dari seleksi tahap 1 Kiarasari masuk sebagai wakil Kabupaten Bogor di Prov Jabar. Tahap 2 expose diprovinsi dan yang masuk 3 besar ditindaklanjuti dengan verifikasi faktual dilapangan.

Program unggulan Di Desa Kiarasari  dibidang Kehutanan adalah Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), program  pengembangan usaha hutan Rakyat bekerjasama dengan KTHR & BUMN Peduli dan Penyelamatan Sumber Air. Program tersebut memiliki payung hukum dalam bentuk Peraturan Desa.  Sedangkan dibidang lingkungan hidup terdapat program Desa Wisata, Penanggulangan Sampah dan mencangkan program Sanitasi Berbasis Masyarakat.  Program bidang lingkungan hidup dan kehutanan ini merupakan terjemahan dari Visi Pemerintah Desa Kiarasari menuju MANISS (Mandiri, Agamis, Newsistem, Inovatif, Sehat dan Sejahtera)

View alam

View Alam Kiarasari perpaduan Sawah dan Hutan Rakyat

Moch Anwar atau yang akrab di Sapa Bang Awong sebagai Ketua Kelompok Tani Hutan Rakyat menjelaskan bahwa  upaya yang dilakukan KTHR dan Pemdes Kiarasari dalam pengembangan hutan rakyat adalah gerakan untuk menyelamatkan lingkungan.   Anwar menjelaskan bahwa Kiarasari ada di daerah hulu, terdapat 12 Sumber air untuk konsumsi dan 5  sumber air yang berfungsi untuk irigasi. Sehingga upaya penyelamatan untuk sumber air wajib dilakukan. Program penyelamatan sumber air ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan melakukan penanaman dilahan masing-masing. Jenis tanaman yang dikembangkan adalah jenis buah dan kayu. Data KTHR Kiarasari sepanjang tahun 2017 jumlah tanaman rakyat mencapai 125.000 Pohon yang tersebar di 8 RW atau 14 Kampung.

” Belum sebulan kami mengikuti lomba desa administratif tingkat kabupaten dan alhamdulilah masuk 4 desa kategori terbaik, pekan ini kami diberikan kepercayaan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengikuti lomba wanalestari ditingkat propinsi  Jawa Barat.” Demikian ujar Nurrodin alias Jaro Peloy (JP).  Menyangkut kegiatan lomba yang durasi waktunya berdekatan tidak menyurutkan semangat  pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan.   Lomba desa bukan tujuan tapi lomba desa adalah alat untuk mengukur capaian kinerja ujar Kepala Desa Kiarasari.  Hal senada juga diungkapkan oleh  pengurus LPM Kiarasari   Anung, ” Kami dan warga masyarakat hanya fokus pada pencapaian target Rencana  Kerja Pembangunan Desa  (RKPDes), kami tidak bermimpi terlalu tinggi, terlebih mencari popularitas. Namun berkat kerjasama semua pihak yaitu pemerintah desa, BPD dan  lembaga desa lainya serta masyarakat alhamdulilah kami dapat meraih sesuatu yang membahagiakan.

KTHR

Kades Kiarasari memberikan penjelasan tentang manfaat dari pengembangan potensi sumber daya hutan terutama hutan rakyat