Landscape Desa Kiarasari

Sebagai bagian dari masyarakat adat Kasepuhan Cipatat dan Urug, warga Desa Kiarasari telah membentuk Satuan Adat Kasepuhan Kiarasari (SA’AKI) pada 2015 lalu. Kehadiran SA’AKI diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pemerintahan desa dalam merumuskan kebijakan dan program untuk pencapian visi visi desa 2013-2019.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Desa Kiasari Nurodin alias Jaro Peloy (JP) saat melaksanakan pertemuan dengan pengurus SAAKI.

“Kearifan lokal merupakan modal sosial yang harus terus dijaga dan dipelihara untuk meningkatkan semangat desa membangun, untuk itu kami pemerintah desa memfasilitasi kelembagaan adat, menyamakan persepsi untuk dapat terlibat secara aktif”

Komitmen pemerintah desa ini disikapi positif oleh ketua SA’AKI Abah Saniun, Ketua SA’AKI merasa senang dengan diberikan ruang untuk dapat berperan dan memberikan masukan terutama yang berkaitan dengan kegiatan pertanian seperti tanam padi serempak, menjaga lahan-lahan yang harus dilindungi serta membangkitkan kembali kesenian tradisional.

Gagasan untuk memperkuat kearifan lokal dan budaya ini diterjemahkan dalam konsep pengembangan desa wisata. Hal ini ditandai dengan pembentukan Forum Desa Wisata Kiarasari. Menurut Asep Suryana alias Ceceng ” Desa Wisata Kiarasari selain mengembangkan obyek destinasi wisata alam seperti air terjun, sungai serta pemandangan alam, jauh lebih utama dari tujuan wisata adalah pengetahuan serta praktek-praktek kearifan lokal yang masih dilakukan oleh masyarakat.” Salah satu kampung yang dijadikan Pilot Project dari program wisata adalah Kampung Cibuluh.

Sambil menata kampung-kampung yang lain program wisata diarahkan kepada kampung ini. Bukti keseriusan untuk pengembangan wisata dimulai dari mengajak kunjungan pihak luar untuk berkunjung ke Kampung Cibuluh, sampai diterbitkanya berita ini kurang lebih sebanyak 500 orang telah datang dan mengunjungi kampung Cibuluh. Pengunjung berasal dari Kota Bogor, Tanggerang dan Jakarta.

View Kampung Cibuluh

Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif, menurut Anung,Ā  tokoh masyarakat Kampung Cibuluh, mengatakan dia merasa senang dengan mulai hadirnya pihak luar untuk datang dan berkunjung ke kampungnya.

“Hadirnya tamu dari luar, membuat kami harus mampu menata kampung, menjaga kebersihan juga memberikan kenyamanan” ujarnya bangga.

Anung berharap pihak luar yang berkunjung memberikan masukan serta saran agar pelayanan kedepan menjadi lebih baik.