Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) menggelar kemah konservasi dan Kehutanan Masyarakat di Desa Kiarasari 23-25 September 2017. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati 20 tahun fkkm (1997-2017). FKKM adalah forum multipihak yang konsen terhadap isu pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.  Sedangkan keanggotaan FKKM terdiri dari Pemerintah, NGO, Masyarakat, Akademisi dan Perusahaan.  Kegiatan ini merupakan kerjasama antara FKKM, Burung Indonesia, Pemerintah Desa Kiarasari dan Kelompok Tani Hutan Kiarasari Lestari.  Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku  yang konsen terhadap  pengelolaan kawasan konservasi  sebanyak  45 orang  dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemah Konservasi adalah Share artinya masing-masing peserta berbagi pengalaman pada bidang dan wilayah kerja masing-masing. Explore mengamati aktifitas serta inisiatif warga Desa Kiarasari dalam bidang kehutanan dan pengembangan ekowisata. Review memberikan masukan dan saran untuk perbaikan baik pada tingkat lokal maupun melihat efektifitas kebijakan. Hal ini sejalan dengan upaya FKKM dalam upaya mendorong revisi Undang-undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Dialog hasil dari kemah konservasi di Dialogkan dengan para pihak pemangku kepentingan dari mulai level kabupaten, propinsi dan pemerintah pusat.

Dialog kebijakan dilakukan 25 September 2017 dihadiri oleh berbagai pihak pemangku kepentingan yaitu Tenaga Ahli Komisi 4 DPR RI yang membidangi Prolegnas RUU Konservasi,  Biro Hukum pada Dirjen KSDAE Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan Prov Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan GM PT. Aneka Tambang UBP Emas Pongkor. Hadir pula Camat Sukajaya dan utusan Pemerintah Desa dari Kecamatan Nanggung dan Sukajaya. Jumlah peserta yang hadir dalam acara dialog sebanyak 300 orang.

Dalam dialog ini ditampilkan pula kesenian daerah yang ditampilkan oleh generasi muda kiarasari, disajikan makanan dan minuman tradisional serta cendera mata hasil dari masyarakat Kiarasari yang diorganisir oleh KTHR dan Forum Desa Wisata. Pada kesempatan inipun GM ANTAM pongkor menyerahkan bantuan  bibit secara simbolis kepada Kepala Desa Kiarasari, hal ini merupakan bukti dukungan bahwa antam memiliki kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam.

Sinergi para pihak adalah kata kunci bagaimana lingkungan terjaga dan masyarakat sejahtera, wariskan mata air kepada anak cucu karena lingkungan adalah jaminan kehidupan. Demikian ungkap Kepala Desa Kiarasari dalam sambutanya.