Selain tanaman padi, desa kiarasari juga penghasil TRUBUK atau biasa disebut “sayur besan” oleh warga Betawi, dan kami warga kiarasari menyebutnya dengan sebutan “Tiwu Endog”.. apapun sebutannya yang jelas jenis tanaman ini telah menjadi salah satu produk unggulan desa kiarasari serta memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Hari ini 08 Mei 2018, kepala desa kiarasari (Nurodin, S.H) didampingi oleh pendamping desa tingkat kecamatan Sukajaya (Ridwan jainal) memantau langsung ke rumah petani yang baru saja selesai panen TRUBUK di lingkungan RW. O2 kampung Cibuluh desa kiarasari.. selain di konsumsi sendiri dan dijual di lingkungan tersebut, ternyata TRUBUK yang baru saja dipanennya akan segera dikirim ke pasar induk di jakarta mengingat banyaknya permintaan pasar dalam menghadapi bulan suci Ramadan.

Satu ikat TRUBUK yang berisi kurang lebih 35 batang dihargai sekitar 75-80 ribu rupiah. Bukan kah ini suatu pencapaian yang luar biasa?? Ternyata salah satu warga desa kiarasari mampu menjadi suplayer TRUBUK untuk pasar induk Jakarta.

Akan tetapi untuk mencapai seperti ini tentu bukan suatu hal yang mudah, semua membutuhkan proses mulai dari penyuluhan dan pembinaan melalui kelompok tani yang telah mendapat pelatihan yang dibentuk langsung oleh kepala desa dan menyisihkan anggaran Dana Desa untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat diantaranya yaitu melatih dan meningkatkan kapasitas kelompok tani,  hal ini disesuaikan dengan geografis serta potensi yang ada di desa kiarasari kecamatan sukajaya kabupaten Bogor.

Dengan adanya program pemberdayaan masyarakat ini lah diharapkan mampu meningkatkan SDA serta memaksimalkan pemanfaatan SDM yang tersedia. Dari keberhasilan ini rupanya menarik perhatian PT. Antam Tbk UBP Emas Pongkor, sehingga mereka menyempatkan waktu untuk berkunjung ke desa kiarasari sekaligus survey lokasi dan bersedia menjadi mitra pemerintah desa dalam program pemberdayaan masyarakat dengan jenis kegiatan komposer (mengolah dan membuat pupuk dari limbah dapur) dengan harapan dapat mengurangi modal produksi bagi petani.